Kekeringan Meluas, BPBD Kabupaten Tasik Imbau Warga Waspada

0
Kekeringan Meluas

BPBD Kabupaten Tasikmalaya tetapkan status darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan seiring dengan meluasnya kekeringan.

TASIKMU.COM — Kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya mulai meluas. Bahkan bencana kebakaran hutan pun mengintai. BPBD Kabupaten Tasikmalaya secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan mulai berlaku per tanggal 1 Juli hingga 30 September 2026. Tertuang dalam Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 3002.2.1/KEP.421-BPBD/2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni menyampaikan data bahwa sejauh ini sudah ada lima kecamatan terdampak kekeringan. Di dalamnya ada 4.771 jiwa dalam 2.753 Kepala Keluarga.

Untuk itu, selama masa darurat, BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengimbau warga untuk terus waspada. Sebab air merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat vital.

“Kita harus waspada kekeringan. Sebaiknya pintar-pintar dalam penggunaan air. Prioritaskan untuk kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan pokok dan sanitasi,” terang Roni, Kamis (16/7/2026).

Adapun salah satu solusi untuk menangani krisis air bersih, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan selalu siaga memberikan bantuan air bersih. Karena itu, jika ada wilayah yang kekeringan, sebaiknya segera lapor ke BPBD.

“Selama masa siaga ini kami BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan relawan akan meningkatkan patroli, sosialisasi, serta kesiapsiagaan di wilayah rawan. Distribusi bantuan air bersih akan kami kebut,” tambah Roni.

Sementara untuk menghindari bencana kebakaran hutan dan lahan, BPBD Kabupaten Tasikmalaya melarang warga membakar sampah sembarangan. Termasuk jangan membuka lahan dengan cara dibakar.

“Jangan sekali-kali meninggalkan api di hutan atau juga lahan. Kalau ada temuan asap atau titik api, segera laporkan. Pantau juga informasi resmi dari kami agar tidak termakan hoaks,” Roni menandaskan.

Di pihak lain, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya aktif menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Seperti bantuan ke 56 kepala keluarga di Kampung Sagobog, Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya.

Titik pendistribusian air bersih berpusat di RT 01/RW 01 Kampung Sagobog. FK Tagana membawa satu tanki air bersih sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.

“Bantuan ini kami salurkan karena warga di sini memang sangat kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau,” ujar Koordinator FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setya.

Jembar menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana kekeringan. Ia senang melihat antusiasme warga yang mengantre dengan jeriken dan embernya masing-masing.

“Alhamdulillah kami dapat bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, dan mandi. Kami berharap upaya ini bisa meringankan beban warga sampai sumber air kembali normal,” harap Jembar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *